Buku Tamu

You're quest at : elkablog.co.nr

Dan Anda Pengunjung Ke : website stats

This Blog Can Be Accessed To At "elektronika.net.ms"

Searching

Belum menemukan yang Anda cari, mungkin kata kunci Anda kurang tepat atau masih salah. Coba masukkan lagi kata kunci Anda yang baru pada fasilitas searching di Blog ini untuk lebih lengkap, search in database this blog :

Perhatian

Untuk tampilan gambar yang lebih jelas, Anda dapat klik langsung pada gambar yang ada. Selamat menjelajah !
More Read :

Unduh Adobe Flash player

Saturday, March 31, 2007

Transformator (Trafo)

Tranformator adalah sebuah kumparan yang dapat menghasilkan tenaga sesuai dengan yang kita butuhkan. Misalnya kita ingin output keluaran baik tegangan maupun arus dari transformator lebih kecil, maka digunakan trafo step down atau lebih besar. Dan jika ingin menghasilkan ouput keluaran yang lebih besar dapat digunakan trafo step up.

Dalam transformator terdapat perhitungan untuk menentukan jumlah lilitan primer dan sekunder agar dapat dihasilkan keluaran dengan tegangan rendah dan arus besar. Rumus yang digunakan adalah :


Keterangan :

Np = Jumlah lilitan primer

Ns = Jumlah lilitan sekunder

Vp = Tegangan Input (primer)

Vs = Tegangan Output (sekunder)

Ip = Arus primer (Input)

Is = Arus Output (sekunder)


Macam – macam trafo :

1. trafo penaik / penurun tegangan

( step up – step down atau disebut juga trafo daya )

2. trafo penyesuai frekuensi

3. trafo penyaring frekuensi

4. trafo penyesuai impedansi

LCD adalah sebuah display dot matrix yang difungsikan untuk menampilkan tulisan berupa angka atau huruf sesuai dengan yang diinginkan (sesuai dengan program yang digunakan untuk mengontrolnya). Pada tugas akhir ini penulis menggunakan LCD dot matrix dengan kharakter 2 x 16, sehingga kaki-kakinya berjumlah 16 pin.

LCD sebagaimana output yang dapat menampilkan tulisan sehingga lebih mudah dimengerti, dibanding jika menggunakan LED saja. Dalam modul ini menggunakan LCD character untuk menampilkan tulisan atau character saja.

Tampilan LCD terdiri dari dua bagian, yakni bagian panel LCD yang terdiri dari banyak “titik”. LCD dan sebuah mikrokontroller yang menempel dipanel dan berfungsi mengatur ‘titik-titik’ LCD tadi menjadi huruf atau angka yang terbaca.

Huruf atau angka yang akan ditampilkan dikirim ke LCD dalam bentuk kode ASCII, kode ASCII ini diterima dan diolah oleh mikrokontroller di dalam LCD menjadi ‘titik-titik’ LCD yang terbaca sebagai huruf atau angka. Dengan demikian tugas mikrokontroller pemakai tampilan LCD hanyalah mengirimkan kode-kode ASCII untuk ditampilkan.

Spesifikasi LCD secara umum:

· Jumlah baris

· Jumlah karakter per baris

· Tegangan kerja

Fungsi dari pin pada LCD karakter :

Ø Pin 1 : Vss/GND : Tegangan 0 volt atau ground.

Ø Pin 2 : Vcc : Tegangan Vcc.

Ø Pin 3 : VEE/Vcontrast : Tegangan pengatur kontras pada LCD

Ø Pin 4 : RS (register select) : "0" : instruksi

"1" : data

Ø Pin 5 : R/W : Signal yang digunakan untuk memilih mode membaca atau menulis

"0" : Menulis

"1" : Baca

Ø Pin 6 : E (Enable) : Untuk mulai pengiriman data atau instruksi

Ø Pin 7 sampai dengan pin 14 : DB 0 s/d DB 7

: Untuk mengirimkan data karakter

Ø Pin 15 dan Pin 16 : Untuk mengatur cahaya pada background LCD atau instruksi


Cara Kerja Menjalankan LCD :

v Pertama Inisialisasi LCD

v Kedua Arahkan pada alamat yang dikehendaki (Lihat Tabel alamat)

v Ketiga tuliskan data ke LCD, maka karakter akan tampil pada alamat tersebut

Beberapa fungsi instruksi dari LCD, yaitu :

1. Display Clear

RS R/W DB7 DB0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

Display Clear membersihkan semua tampilan dan mengembalikan cursor pada posisi semula (address 0). Ruang kode 20 (heksadesimal) ditulis ke semua alamat dari DD RAM, dan alamat 0 dari DD RAM diset ke AC (Address Counter). Jika diubah, display akan kembali ke posisi semula. Setelah perintah eksekusi pada Display Clear, mode entry akan ditambahkan.

2. Cursor Home

RS R/W DB7 DB0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

*

* : invalid bit

Cursor Home mengembalikan cursor ke posisi semula (address 0). DD RAM alamat 0 diset ke AC dan cursor kembali ke posisi semula. Isi DD RAM jangan dirubah. Jika cursor sedang ON, maka akan kembali ke sebelah kiri.

3. Entry Mode Set

RS R/W DB7 DB0

0

0

0

0

0

0

0

1

I/D

S

Entry Mode Set diset untuk menunjukkan perpindahan cursor dan apakah display akan dirubah

I/D : ketika I/D = 1, alamat akan ditambah satu dan cursor berpindah ke kanan.

ketika I/D = 0, alamat akan dikurangi satu dan cursor berpindah ke kiri.

S : ketika S = 1 dan I/D = 1, display berpindah ke kiri.

ketika S = 1 dan I/D = 0, display berpindah ke kanan.

ketika S = 0 ,display tak berpindah.

4. Display ON / OFF Control

RS R/W DB7 DB0

0

0

0

0

0

0

1

D

C

B

Display ON/OFF Control mengembalikan total dispay dan cursor ON dan

OFF, dan membuat posisi cursor mulai berkedip.

D : ketika D = 1, display ON

ketika D = 0, display OFF

C : ketika C = 1, cursor ditampilkan

ketika C = 0, cursor tidak ditampilkan

B : ketika B = 1, karakter pada posisi cursor berkedip

ketika B = 0, karakter pada posisi cursor tidak berkedip.

Contoh : C = 1 (cursor display)


B = 1 (blinking)



Gambar 2.8 Penampakan Cursor pada LCD

1. Cursor / Display Shift

RS R/W DB7 DB0

0

0

0

0

0

1

S/C

R/L

*

*

    • : invalid bit

Cursor Disply Shift memindah cursor dan mengubah display tanpa merubah isi dari DD RAM. Berikut ini tabel penunjukan cursor, yaitu :

Tabel 2.2 Penunjukkan cursor

S/C

R/L

Operasi

0

0

Posisi cursor dipindah ke kiri

0

1

Posisi cursor dipindah ke kanan

1

0

Semua display dipindah ke kiri dengan cursor

1

1

Semua display dipindah ke kanan dengan cursor

6. Function Set

RS R/W DB7 DB0

0

0

0

0

1

D/L

1

*

*

*

* : invalid bit

Function Set digunakan untuk mengeset pemisahan data length.

DL : ketika DL =1, data length diset untuk 8 bit (DB7 sampai DB0).

ketika DL =0, data length diset untuk 4 bit (DB7 sampai DB4).

Untuk bit atas ditransfer lebih dulu, kemudian dilanjutkan bit bawah.

LCD yang penulis gunakan adalah M1632, yang mana digunakan untuk menampilkan proses pengujian pada Perimetri dari awal sampai akhir dan didapat hasilnya yaitu apakah pasien tersebut normal atau abnormal. LCD ini hanya memerlukan daya yang sangat kecil, tegangan yang dibutuhkan juga sangat rendah yaitu +5 VDC. Panel TN LCD untuk pengaturan kekontrasan cahaya pada display dan CMOS LCD drive sudah terdapat di dalamnya. Semua fungsi display dapat dikontrol dengan memberikan instruksi dan dapat dengan mudah dipisahkan oleh MPU. Ini membuat LCD berguna untuk range yang luas dari terminal display unit untuk mikrokomputer dan display unit measuring gages.

Tabel 2.1. Fungsi Pin Pada LCD

No.

Symbol

Level

Keterangan

1

Vss

-

Dihubungkan ke 0 V (Ground)

2

Vcc

-

Dihubungkan dengan tegangan supply +5V dengan toleransi ± 10%.

3

Vee

-

Digunakan untuk mengatur tingkat kontras LCD.

4

RS

H/L

Bernilai logika ‘0’ untuk input instruksi dan bernilai logika ‘1’ untuk input data.

5

R/W

H/L

Bernilai logika ‘0’ untuk proses ‘write’ dan bernilai logika ‘1’ untuk proses ‘read’.

6

E

H

Merupakan sinyal enable. Sinyal ini akan aktif pada failing edge dari logika ‘1’ ke logika ‘0’.

7

DB0

H/L

Pin data D0

8

DB1

H/L

Pin data D1

9

DB2

H/L

Pin data D2

10

DB3

H/L

Pin data D3

11

DB4

H/L

Pin data D4

12

DB5

H/L

Pin data D5

13

DB6

H/L

Pin data D6

14

DB7

H/L

Pin data D7

15

V+BL

-

Back Light pada LCD ini dihubungkan dengan tegangan sebesar 4 – 4,2 V dengan arus 50 – 200 mA

16

V-BL

-

Back Light pada LCD ini dihubungkan dengan ground

Gambar 2.6. Penampakan Cursor pada LCD

5. Cursor/ Display Shift




RS R/W DB7 DB0

0

0

0

0

0

1

S/C

R/L

*

*

* : invalid bit

Cursor Disply Shift memindah cursor dan mengubah display tanpa merubah isi dari DD RAM. Berikut ini tabel penunjukan cursor, yaitu :

Tabel 2.2 Penunjukkan cursor

S/C

R/L

Operasi

0

0

Posisi cursor dipindah ke kiri

0

1

Posisi cursor dipindah ke kanan

1

0

Semua display dipindah ke kiri dengan cursor

1

1

Semua display dipindah ke kanan dengan cursor

6. Function Set.




RS R/W DB7 DB0

0

0

0

0

1

DL

1

*

*

*

* : invalid bit

Function Set digunakan untuk mengeset pemisahan data length. DL : ketika DL =1, data length diset untuk 8 bit (DB7 sampai DB0). Ketika DL =0, data length diset untuk 4 bit (DB7 sampai DB4). Untuk bit atas ditransfer lebih dulu, kemudian dilanjutkan bit bawah.

Tabel 2.3 Posisi Karakter Pada LCD Karakter 2 X 16

80

81

82

83

84

85

86

87

88

89

8a

8b

8c

8d

8e

8f

C0

C1

C2

C3

C4

C5

C6

C7

C8

C9

Ca

Cb

Cc

Cd

Ce

Cf

Cara Kerja Menjalankan LCD :

Langkah 1 : Inisialisasi LCD

Langkah 2 : Arahkan pada alamat yang dikehendaki (lihat table alamat)

Langkah 3 : Tuliskan data ke LCD, maka karakter akan tampil pada alamat tersebut.

Disclaimer


Blog ini tidak bertanggung jawab atas kesalahan atas program yang Anda download ataupun sesuatu hal yang berhubungan dengan materi-materi yang ada. Terima kasih atas saran dan kritik yang membangun. Non profit blog. Untuk lebih lanjut hub Webmaster di : agencs@yahoo.com


"All Links In This Blog Is Temporary Link"

NO SPAM AND VIOLATED CONTENT

Generated®


Banner IP Browser

Lihat gambar di bawah ini, ingin punya yang seperti ini juga. Anda bisa pasang banner ini di blog Anda atau posting Anda. Bisa deteksi IP Adress, Browser.

Tulis code ini di footer blog kamu atau posting kamu. Copy (CTRL+C) Paste (CTRL+V) at this script.
Coba Deh, Kuueereeen lho ....
 


Creative Commons License
Powered by Blogger | Created and Maintained by Generated
Blogger Beta Template by GeckoandFly and Blogcrowds | Design by Andreas Viklund
This workis licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 2.5 Malaysia License.
Best viewed in Firefox 1.5+ at 1024x768 or higher resolution
Copyright 2007 Content by BIZON network
Hosting Reseller Reviews cydots.com - Free Domains!