Buku Tamu

You're quest at : elkablog.co.nr

Dan Anda Pengunjung Ke : website stats

This Blog Can Be Accessed To At "elektronika.net.ms"

Searching

Belum menemukan yang Anda cari, mungkin kata kunci Anda kurang tepat atau masih salah. Coba masukkan lagi kata kunci Anda yang baru pada fasilitas searching di Blog ini untuk lebih lengkap, search in database this blog :

Perhatian

Untuk tampilan gambar yang lebih jelas, Anda dapat klik langsung pada gambar yang ada. Selamat menjelajah !
More Read :

Unduh Adobe Flash player

Tuesday, June 12, 2007

Lampu Kilat dengan menggunakan LED

Bagi yang menyukai dunia otomotif tentunya lampu kilat sebagai perlengkapan aksesoris bukanlah hal yang asing. Namun lampu kilat dengan menggunakan LED yang sangat cerah nyalanya dan berwarna biru sebagai pengganti lampu kilat mungkin bisa dibuat sebagai alternatif pengganti lampu kilat yang sesungguhnya.

Memang lampu kilat yang mengunakan led ini tidaklah secerah yang menggunakan lampu kilat namun ada kelebihannya yaitu lebih murah dan tidak terlalu besar menggunakan daya listrik. Rangkaiannya sangat sederhana sehingga peletakannya tidak mengganggu. Selain itu rangkaian sudah didisain untuk menggunakan tegangan suplai 12V, disesuaikan dengan tegangan akumulator pada mobil.


LED Ultra Bright

Warna yang cocok untuk proyek ini adalah warna-warna yang cerah yang dihasilkan oleh led ultra bright memang untuk led jenis ini harganya lebih mahal daripada led biasa. Led jenis ultra bright ini mempunyai kecerahan yang lebih tinggi daripada led biasanya dan warna-warna yang umum ada dipasaran adalah biru, merah dan hijau.

Karakteristik bias forward, untuk menyalakan led ini sama dengan led biasa yaitu anoda harus lebih positif daripada katoda dan arus diatur antara 20mA sampai 50mA.

Aplikasi dari lampu kilat ini salah satunya adalah pada aksesoris mobil. Lampu kilat ini akan dapat memberikan efek kilatan yang paling cerah jika diletakkan di dalam sebuah reflektor lampu tepat pada titik fokusnya. Peletakannya tidaklah harus demikian karena akan mengganggu lampu jika masih digunakan.

Cara Kerja Rangkaian

Led akan menghasilkan emisi cahaya yang terang jika dialiri arus minimal 20mA dalam waktu tertentu. Namun jika led ini dikerjakan dalam pulsa-pulsa dengan duty cycle yang sangat kecil tidak akan menghasilkan kilatan yang cerah jika menggunakan arus hanya 20mA.

Ada dua alternatif untuk menyelesaikan masalah ini yaitu memperbesar duty cycle-nya dengan arus tetap pada 20mA atau tetap pada duty cycle yang kecil namun menggunakan arus yang lebih besar 10x dari arus normalnya.

Hal ini dapat dijelaskan seperti ini, jika led dinyalakan dengan pulsa yang mempunyai duty cycle hanya 1% maka arus rata-ratanya hanya 20mA * 1% yaitu hanya 0.2mA, arus yang sangat kecil untuk menyalakan led dengan kecerahan yang diharapkan. Tetapi sebaliknya dengan menggunakan arus sampai 2A maka arus rata-rata yang melewati led tersebut hanya 20mA dalam (menggunakan duty cycle 1%) dengan arus sesaat yang besarnya 20mA sudah cukup untuk menyalakan led dengan kecerahan yang cukup baik.

Hal ini masih dimungkinkan karena led mempunyai karakteristik arus bias forward adalah 20mA sampai 50mA secara terus-menerus. Dan karakteristik ini tidak berlaku untuk arus sesaat dimana mempunyai batasan tersendiri yaitu pada parameter non-repetitive surge current dimana nilainya sampai 10A.

Gambar 1
Skematik Lampu Kilat menggunakan LED


Pada dasarnya rangkaian pada gambar 1 merupakan rangkaian osilator yang dibentuk oleh LF351. LF351 merupakan opamp yang dibangun dari FET sehingga mempunyai imoedansi yang sangat tinggi dan cocok sekali digunakan dalam osilator. Selain itu untuk menentukan lebar pulsa maka pada LF351 ini pada kaki non-inverting dibuat sebagai komparator.


Gambar 2
Bentuk Sinyal Osilasi dan Sinyal Output

Komparator akan membandingkan tegangan sinyal osilasi (gambar 2 atas) dengan tegangan referensi tertentu. Tegangan referensi ini dibangun dengan menggunakan pembagi tegangan R1 dan R2. Sedangkan potensiometer R8 digunakan untuk mengatur frekuensi dari osilator sehingga secara langsung mengatur frekuensi dari kilatan lampu led. Untuk duty cycle dari pulsa-pulsa yang dibentuk dari LF351 dibuat tetap dengan maksud untuk menjaga agar arus rata-rata yang mengalir ke led tetap sekitar 20mA. Peningkatan duty cycle pulsa maka diperlukan pengaturan ulang resistansi pembatas arus ke led. Jika duty cycle-nya diperbesar maka arus rata-rata yang mengalir menuju led akan semakin besar sehingga nilai resistansinya perlu ditingkatkan. Jika resistansi pembatas arus led tidak dinaikkan maka arus tersebut dapat merusak led.

Osilator yang dibangun pada gambar 1 merupakan relaxation oscilator dimana operasi awalnya adalah dengan melakukan pengisian (charging) kapasitor C2 dan kemudian membuang (discharge) muatan tersebut sehingga menghasilkan sinyal seperti pada gambar 2 bagian atas.

LF351 juga berfugsi sebagai komparator tegangan dimana tegangan referensinya diatur oleh rangkaian R1 dan R2. Ketika tegangan di pin inverting lebih rendah dari pada tegangan pada pin non-inverting (tegangan referensi) maka output LF351 akan menghasilkan pulsa high tetapi sebaliknya ketika tegangan pad pin inverting lebih tinggi dari pada tegangan referensi maka output LF351 akan menghasilkan pulsa low.

Resistor R1 dan R2 membentuk pembagi tegangan yang tepat membagi tegangan pada pin non-inverting pada tengah-tengah tegangan suplai. Namun dengan adanya rangkaian potensiometer R8 dan R3 akan merubah tegangan ini. Jadi dengan kata lain, perubahan nilai resistansi pada potensiometer akan menyebabkan tegangan dari pembagian R1 dan R2 akan berubah. Ketika outputLF351 high maka tegangan ini akan naik sedangkan jika output LF351 low maka tegangannya akan ikut turun pula.

Besarnya pengisian kapasitor juga ditentukan oleh pengaturang oleh potensiometer R8. Ketika nilai resistansi dari potensiometer R8 naik maka pengisian muatan C2 akan menurun dan sebaliknya.

Pada awalnya C2 tidak mempunyai muatan dan output LF351 akan high. Sesaat kemudian C2 akan mengisi muatan dari output LF351 yang saat itu dalam kondisi high melalui R4. R5 dan dioda D3 memberikan resistansi yang lebih rendah sehingga pengisian C2 akan semakin cepat sampai pada tegangan sekitar di atas tegangan bias pin non-inverting. Pada saat in output dari LF351 akan segera low dan C2 akan membuang muatannya hanya melalui R4. Rangkaian R5 dan D3 tidak dapat mengalirkan arus pembuangan ini sehingga pembuangannya akan lebih lama daripada pengisiannya.

Untuk driver led digunakan TIP122 atau dapat dipilih transistor lain yang tipenya darlington dan mampu melewatkan arus paling tidak 2.5A secara terus-menerus.

Oleh Susanto Wibisono Koselan

Grab From "alds.stts.edu" offline


No comments:

Disclaimer


Blog ini tidak bertanggung jawab atas kesalahan atas program yang Anda download ataupun sesuatu hal yang berhubungan dengan materi-materi yang ada. Terima kasih atas saran dan kritik yang membangun. Non profit blog. Untuk lebih lanjut hub Webmaster di : agencs@yahoo.com


"All Links In This Blog Is Temporary Link"

NO SPAM AND VIOLATED CONTENT

Generated®


Banner IP Browser

Lihat gambar di bawah ini, ingin punya yang seperti ini juga. Anda bisa pasang banner ini di blog Anda atau posting Anda. Bisa deteksi IP Adress, Browser.

Tulis code ini di footer blog kamu atau posting kamu. Copy (CTRL+C) Paste (CTRL+V) at this script.
Coba Deh, Kuueereeen lho ....
 


Creative Commons License
Powered by Blogger | Created and Maintained by Generated
Blogger Beta Template by GeckoandFly and Blogcrowds | Design by Andreas Viklund
This workis licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 2.5 Malaysia License.
Best viewed in Firefox 1.5+ at 1024x768 or higher resolution
Copyright 2007 Content by BIZON network
Hosting Reseller Reviews cydots.com - Free Domains!